2,1 Juta Guru Terancam Gagal, Ikuti Saran Ini Agar Mudah Lulus UKG

Sekitar 2,1 juta atau 70% dari total guru peserta uji kompetensi guru (UKG) terancam tidak lulus karena tidak memiliki keterampilan khususnya dalam bidang penguasaan teknologi dan informasi (TI), ditambah para guru tersebut juga kurang mendapatkan pelatihan yang cukup dan memadai untuk mengikuti seluruh proses ujian kompetensi guru (UKG) yang rencanaya akan digelar pada bulan November ini.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh aktivis literasi Yusron Aminullah. Yusron mengungkapkan, UKG yang menggunakan sistem online akan membuat sebagian besar guru gagap pada saat menjawab soal. ”Kemendikbud harus tahu bahwa sebagian besar guru tidak akan lulus UKG. Faktor pertama mereka tidak bisa mengerjakan lewat TI. Saya perkirakan 70% guru tidak lulus,” kata Yusron

Yusron mengaku kesimpulannya ini dia dapatkan setelah melatih sebanyak 100.000 guru yang dilakukan melalui lembaganya, yakni lembaga Menebar Energi Positif (MEP). Yusron juga menilai bahwa kemampuan para guru untuk terus meningkatkan kemampuan diri nya masih sangat lemah sehingga hal ini membutuhkan dorongan yang kuat dari pemerintah.

Terkait pelaksanaan UKG 2015 dan kurangnya kemampuan guru di bidang TI, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata menjelaskan bahwa tidak semua daerah yang mengikuti UKG akan menggunakan sistem online.

”Ada yang pakai pensil kok di offline. Kita akan ukur kemampuan pedagogis dan profesionalitas para guru ini melalui UKG sehingga mereka bisa meningkatkan profesionalitasnya,” ujar dia. (dikutip dari Koran-sindo.com)

Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan UKG, guru kemudian dianjurkan untuk terus berlatih dan mempelajari kisi-kisi yang telah disediakan pada laman resmi kemdikbud.
Baca juga: Hati hati Menjawab Soal UKG Dobel Negatif
"Tidak ada kaitannya UKG dengan TPG. Tapi alangkah baiknya bila guru-guru menyiapkan dirinya dalam menghadapi UKG.‎ Untuk persiapan, guru bisa belajar dari kisi-kisi yang sudah diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan mengunduhnya di laman resmi," Demikian sebaimana diungkapkan oleh  Kepala Subdirektorat Perencanaan Kebutuhan Guru Kemendikbud, Santi Ambarukmi

Santi kemudian menjelaskan, untuk mengatasi masalah kelemahan guru yang kurang luwes dalam menggunakan komputer, Kemendikbud juga menyediakan waktu uji coba bagi guru. Guru dapat melakukan uji coba di tempat uji kompetensi tepat sebelum hari pelaksanaan ujian, atau saat hari pelaksanaan ujian.‎

“Di tempat uji kompetensi disediakan tempat untuk belajar. Ada sesi uji coba sistem mulai hari ini sampai tiga hari ke depan. Pas mau ujian juga ada sesi latihan. Di awal ada pertanyaan, apakah guru mau latihan dahulu atau langsung ujian,” ungkap Santi (dikutip dari: jpnn.com)

PREMIUM ADVERTISEMENT


Lihat Contoh RPP

wdcfawqafwef