Ketum PGRI: Kebijakan Menteri Anies Soal UKG Ulang Diskriminatif

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengatakan pelaksanaan Ujian Komptensi Guru (UKG) bagi semua guru di seluruh Indonesia yang akan digelar November 2015 ini berjalan diskriminatif. Menurut Sulityo, kualitas soal UKG yang disediakan Kemendikbud akan sama antara guru honorer dan guru PNS, sehingga, lanjut Sulistyo, jika UKG tetap dilaksanakan maka nantinya juga akan berjalan secara diskriminasi.

"Guru-guru honorer yang penghasilannya pas-pasan, tidak bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas keprofesiannya," ungkap Sulistyo.

Sulistyo mengatakan, Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan yang ingin melakukan Ujian Komptensi Guru (UKG) ulang tidak akan berjalan efektif. Dia lanjut mengatakan alasannya, UKG yang diterapkan kepada seluruh guru di Tanah Air tersebut tidak akan bisa mengambarkan kualitas guru sesungguhnya.

"Kebijakan UKG ulang bagi seluruh guru tidak akan berjalan efektif, bahkan tidak bisa menggambarkan sepenuhnya kualitas seorang guru. Karena aspek penilainnya hanya pada pedagogik dan profesionalnya saja, sedangkan kompetensi sosial dan kepribadian tidak nilai, " ungkap Sulistiyo sebagaimana di kutip dari jawapos.com

Demikianlah informasi seputar pelaksanaan UKG 2015 di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kita semua berharap, pelaksaan UKG 2015 ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Semoga bermanfaat.

PREMIUM ADVERTISEMENT


Lihat Contoh RPP

wdcfawqafwef